Dunia Ibarat Bayangan, Akhirat Ibarat Matahari

katamutiara-dunia-ibarat-bayangan

Seorang ulama bernama Ibnu Qayyim al-Jauziyah memberi petuah bijak tentang dunia. Beliau mengibaratkan dunia seperti bayangan manusia. Beliau berkata, “Dunia ini ibarat bayangan, kejar dia dan engkau tak akan dapat menangkapnya. Balikkan badanmu darinya, dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu.”

 

Petuah tersebut mempunyai makna bahwa dunia itu tak dapat dikuasai dengan nafsu untuk memperkaya diri. Makin kita bernafsu untuk mengejar dunia, maka akan makin terasa miskinlah diri kita. Kejarlah urusan akhirat, maka kita akan merasa cukup dengan dunia yang kita miliki.

 

Bayangan yang kita lihat tidak dapat kita tangkap. Dengan membalikkan badan, maka kita akan menghadap sumber cahaya, yaitu matahari. Matahari tersebut ibarat akhirat, yang apabila kita dekati maka kita akan semakin dekat dengan sumber cahaya tersebut, dan bayangan kita pun (dunia) akan terus mengikuti kita. Hal sebaliknya jika kita menghadap bayangan dan mengejarnya. Maka bayangan tidak dapat digapai, sedangkan sumber cahaya akan semakin jauh.

 

Jika kita hanya sibuk memikirkan dan mengejar dunia, maka dunia & akhirat akan semakin menjauhi kita.

Baik Buruknya Jasad, Tergantung Qalbu

katamutiara-segumpal-daging-yang-menentukan-jasad-yaitu-qalbu

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah qalbu.”

Qalbu mempunyai dua pengertian, yaitu secara spiritual ia berarti hati nurani; sedangkan secara fisik ia berarti jantung. Jantung adalah ciptaan Allah yang sangat hebat. Alat tersebut berdenyut lebih dari seratus ribu kali sehari, terus-menerus memompakan darah melalui lebih dari 60.000 mil pembuluh-pembuluh darah yang sangat kecil.

Secara spiritual, qalbu menentukan baik dan buruknya seseorang. Qalbu-lah yang menentukan seseorang apakah akan berbuat/berniat baik atau berlaku buruk. Qalbu bisa berubah-ubah sifatnya. Untuk menetapkan agar kita selalu baik, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sebuah doa yang artinya: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati (qalbu), teguhkanlah kami untuk tetap (mengikuti) agama-Mu. Ya Allah, Dzat yang membuat hati berpaling, kokohkanlah hati kami untuk senantiasa taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).

Minum Khamr (Minuman Memabukkan) itu Haram

katamutiara-minumanharam

Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)

Khamr (الْخَمْرُ), atau khamar, atau khamer adalah minuman yang dapat memabukkan yang dapat menutupi akal sehat. Minuman atau cairan apapun yang apabila diminum atau digunakan dalam kadar normal oleh seseorang yang normal lalu memabukkan, baik itu dari perasan anggur, kurma, gandum, karbohidrat, fermentasi alkohol, ataupun dari bahan lainnya, maka ia adalah khamr. Baik mengandung alkohol maupun tidak, apabila minuman tersebut bisa memabukkan maka haram hukumnya untuk meminumnya. Khamr dalam istilah sekarang bisa disebut miras (minuman keras), bir, wine, arak, sampanye, whisky, vodka, dll.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh akan ada golongan dari umatku yang meminum arak, (tetapi) mereka menamakannya dengan nama yang lain.” (HR. Imam Ahmad)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Khamr itu adalah induk dari segala kekejian dan dosa besar yang terbesar. Barangsiapa yang meminumnya berarti ia telah berbuat zina terhadap ibu dan bibinya,” (dalam kitab ash-Shahihah).

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki janji untuk orang yang meminum minuman keras, akan memberinya minum dari thinatul khabal” “Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah thinatul khabal itu?” Beliau menjawab, “Cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka.” (HR. Muslim)

Sebagian orang tetap meminumnya dengan dalih bahwa jika mereka meminumnya sedikit maka tidak memabukkan. Hal ini adalah dalih yang keliru karena Nabi SAW telah menyampaikan bahwa minum sedikitpun tetap haram.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni, dan dia menshahihkannya]

Allah Itu Indah dan Menyukai Keindahan

Allah-itu-indah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu”. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)

Allah adalah Tuhan yangaMaha Sempurna dan Maha Indah dalam segala hal, baik nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, maupun Dzat-Nya. Allah menyukai makhluk ciptaan-Nya, yaitu manusia yang berusaha untuk memperindah diri dalam segi fisik dan akhlak.

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26).

Agama Seseorang Sesuai Agama Temannya

katamutiara-agama-seseorang-sesuai-agama-temannya

Allah SWT berfirman:
“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Nabi SAW bersabda:
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Sebaik-baik Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah

katamutiara-sebaik-baik-perhiasan-dunia-adalah-wanita-shalihah

Dalam sebuat riwayat, dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasululloh SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim no:1467)

Siapakah itu wanita shalihah? Rasulullah SAW bersabda kepada Umar: “Maukah kamu aku kabarkan dengan sesuatu yang paling berharga dari apa yang disimpan oleh seseorang? Wanita sholihah, jika dipandang maka dia menyenangkan, jika diperintahkan maka dia taat, dan jika suaminya tidak ada maka dia menjaganya”. (HR. Abu Dawud no:1666)

Allah Menurunkan Penyakit dan Obatnya

katamutiara-Allah-menurunkan-penyakit-dan-obat

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [‘Umar bin Sa’id bin Abu Husain] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [‘Atha` bin Abu Rabah] dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.”

“Aku pernah berada di samping Rasulullah SAW. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?’ Beliau menjawab: ‘Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.’ Mereka bertanya: ‘Penyakit apa itu?’ Beliau menjawab: ‘Penyakit tua.'” (HR. Ahmad, Al-Bukhari)