Vanessa Perez Merasa Bahagia Setelah Masuk Islam dan Mengenakan Hijab

VanessaPerezNamaku Vanessa Perez dari Amerika. Aku masuk Islam tanggal 7 Mei 2013. Tak pernah terbersit dalam benakku bahwa aku bisa mencintai sebuah agama dengan begitu indah. Sebelumnya, hidupku begitu kosong dan seolah tak berarti. Tak mudah bagiku untuk berada di titik ini. Perjalanan yang sangat panjang telah kulalui hingga akhirnya aku memilih Islam sebagai jalan hidup.

Banyak orang bertanya padaku tentang Islam dan apa yang kurasakan setelah aku menjadi muslim. Aku bisa menyebutkan banyak berkah yang diberikan Allah padaku, namun semua itu rasanya belum bisa mewakili apa yang kurasakan. Berkahnya hidup dalam Islam, cintanya Allah padaku sehingga menuntunku pada Islam, itu masih belum mewakili apa yang kurasakan. Akhirnya, aku hanya menjawab sederhana yaitu dengan senyuman bahwa kebahagiaanku adalah bukti nyata tentang Islam yang kurasakan.

Setelah memeluk Islam, bukan hanya kehidupan spiritualku yang berubah. Tapi kehidupan di sekitarku juga ikut berubah. Satu minggu setelah bersyahadat, aku pun mulai memakai hijab. Biarlah orang tuaku tahu bahwa aku telah memeluk Islam dengan komitmen berhijabku ini. Tak ada lagi yang perlu aku sembunyikan dari mereka.

Biasanya, saya adalah sosok yang cuek dan tak peduli apa kata orang-orang di sekitarku. Sehingga, ketika orang-orang memandangiku dalam balutan hijab, kuusahakan untuk tersenyum saja dan bersyukur atas rahmat Allah yang telah menganugerahiku dengan kebahagiaan penuh seperti ini. Menurutku, mereka yang berhijab akan terlihat cantik sehingga aku mendukung adanya World Day Hijab (hari hijab dunia). Betapa mengetahui bahwa banyak perempuan di luar sana merasa cantik dan tegar dengan hijabnya seperti diriku ini, membuat semangat dan imanku semakin bergelora. Rasa bahagia ini pun benar-benar nyata.

Masha Allah, bahkan aku melihat adik perempuanku yang bukan muslim pun ikut memakai hijab. Insha Allah aku akan terus belajar Islam lebih baik lagi supaya aku bisa lebih banyak mencerahkan orang-orang di sekitarku dengan agama yang penuh kedamaian ini.

Ayana Moon, Mantan Anggota Girl Band Korsel yang Berhijab

ayanamoon-berjilbab
Seorang gadis asal Korea Selatan (Korsel) bernama Ayana Jihye Moon menjadi perbicangan di berbagai media sosial karena telah menjadi mualaf dan tampil cantik mengenakan hijab. Kulit putih khas Korea yang dibalut dengan kerundung membuat kecantikan gadis ini semakin terbingkai cantik.

Ayana merupakan satu-satunya orang di keluarganya yang memeluk Islam. Namun Ia mengaku sangat bahagia dan bangga dengan kerudung dan statusnya sebagai penganut Islam di negeri yang islamnya adalah minoritas tersebut. Usianya baru menginjak 20 tahun, dan ia mulai mengubah identitas dirinya menjadi muslimah saat masih SMA. Walaupun keluarganya bukan orang Islam, namun keluarga selalu mendukung agama yang menjadi pilihannya.

Ayana tinggal di Seoul, Korsel denga total jumlah penduduknya kurang lebih 50 juta jiwa, dan penganut Islamnya hanya satu persen. Ditanya mengenai sikap dan penerimaan orang Korea terhadap Islam, Ayana mengatakan orang Korea tidak peduli tentang Islam. Mungkin ada sebagian membenci.

ayanamoon
Ayana menjadi bahan perbincangan di dunia maya sejak mengunggah foto dirinya memakai jilbab di Instagram. Wanita kelahiran 28 Desember 1995 itu kini memiliki lebih dari 100 ribu followers di Instagram. Setiap foto memiliki ribuan likes dan ratusan komentar. Banyak yang meninggalkan komentar positif berupa dukungan dari sesama muslimah agar dia tetap istiqomah berhijab dan mempelajari Islam.

ayanamonn-memeluk-alquran

ayanamoon-di-depan-masjid

25 Brand-brand Hijab Terkenal di Indonesia

Dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam dan semakin tingginya minat para muslimah tanah air untuk memakai jilbab, membuat permintaan akan model-model hijab semakin tinggi. Para perancang pun bermunculan untuk memenuhi permintaan para muslimah tersebut. Mereka berlomba-lomba untuk menghadirkan model-model hijab yang cantik namun masih tetap tampil syar’i. Brand-brand pun bermunculan, dan setiap brand memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berikut ini adalah brand-brand hijab terkenal kreasi anak negeri yang memproduksi kerudung, jilbab, gamis, atau busana muslim lainnya dengan karakter kuat dan kualitas yang bagus.

1. Dian Pelangi

DianPelangi
Brand Dian Pelangi (DP) didirikan oleh Dian Wahyu Utami. Sesuai dengan nama mereknya, karya-karya DP mempunyai ciri khas dalam permainan warna-warna pelangi. Disamping warna-warna pelangi yang terang, Dian juga suka menambahkan ciri khas nusantara dalam rancangannya, seperti batik, songket, jumputan, dll. DP tidak menjual produk-produknya secara online, melainkan hanya dijual di butik-butik resminya yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

2. Meccanism

meccanism
Siapa sih yang tak kenal Zaskia Adya Mecca? Ya, dia adalah bintang sinetron dan film kenamaan. Artis ini punya label fashion sendiri, yaitu Meccanism, yang menawarkan produk busana muslim seperti dress, bawahan, jibab, dan inner.

3. Ria Miranda

riamiranda
Ria, perancangnya, membentuk karakter Ria Miranda dengan style yang ready to wear, sederhana, dan lembut. Melalui busana, Ria ingin menciptakan sosok wanita yang tampil anggun, feminin, tenang, dan lembut. Oleh karenanya dipilihlah warna-warna pastel dalam rancangannya.

4. Kami Idea

Kami Idea
Kami Idea didirikan atas dasar ide dari 3 orang pemiliknya yaitu Istafiana Candarini, Nadya Karina and Afina Candarini. Mereka memproduksi busana-busana yang terinspirasi dari gaya minimalis Jepang. Kami Idea berpusat di Jakarta dan telah membuka beberapa outlet di beberapa kota besar antara lain Palembang, Medan, Cianjur, Bandung, dan Yogyakarta.

5. Jenahara

jenahara
Jenahara didirikan oleh Nanida Jenahara Nasution, seorang desainer muda, putri dari aktris kondang Ida Royani. Dia mencintai dunia fashion sejak berusia kanak-kanak, dengan pengaruh ibundanya yang seorang aktris sekaligus perancang busana. Desain karya Jenahara sering menggunakan gaya minimalis asimetris, namun bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

6. Rabbani

rabbani
Rabbani adalah salah satu perusahaan kerudung instan terbesar di Indonesia dengan cabang yang tersebar di seluruh negeri hingga ke kota-kota kecil. Nama Rabbani diambil dari sebuah kata yang tercantum di Al Qura’an surat Ali Imran ayat 79. Rabbani sendiri artinya adalah pengabdi Tuhan, mempunyai ilmu pengetahuan tentang Tuhan; dengan kata lain, hamba yang dekat dengan Allah.

7. Flow Idea

flowidea
Sesuai dengan nama brand-nya, desainer yang sekaligus pendirinya ini selalu merancang jilbab instan yang berganti model tiap beberapa minggu dengan tidak memproduksi model sebelumnya. Apabila sudah muncul jilbab model baru, maka model yang sebelumnya biasanya tidak diproduksi lagi. Ibarat air, ide rancangannya mengalir terus dengan model-model baru. Flow mempunyai spesialisasi di bidang jilbab instan.

8. Elzatta

elzatta
Elzatta adalah sebuah label busana muslimah yang berasal dari kota Bandung. Didirikan oleh ibu Elidawati dengan mengambil nama anaknya, Zatta, yang dibubuhi kata El dari namanya sendiri. Sejak awal berdirinya, Elzatta terus berkembang pesat sejalan dengan minat masyarakat akan produk-produknya. Elzatta berkomitmen untuk terus membuat produk yang simple bagi wanita yang aktif dan dinamis.

9. Zoya

zoya-bella
Zoya memiliki filosofi “light and color”, sehingga menghasilkan produce yang berkarakter ringan, easy to wear, easy to match, serta lengkap dalam desain dan warna. Zoya dikenal serius dalam mempromosikan brand-nya. Hal ini ditandai dengan direkrutnya artis-artis ternama Indonesia untuk jadi Brand Ambassador-nya, yaitu Eriska Rein, Soraya Larasati, Lula Kamal, Indah Nevertari, dan Laudya Cynthia Bella.

10. Shasmira

shasmira
Shasmira menjual beragam produk kerudung antara lain kerudung instant, kerudung segi empat dengan perpaduan payet jepang, sulam pita dan sulam benang buatan tangan. Selain itu Shasmira juga menjual baju tunieq, Kebaya, Kaos, gamis dan baju blues.

11. Hijab Alila

Hijab-Alila
Brand hijab yang satu ini di-inisiasi oleh ustad Felix Siauw bersama istrinya. Hijab Alila khusus memproduksi baju-baju syar’i dengan nuansa warna yang sederhana namun tetap cantik.

12. Syahida Hijab

syahida-hijab
Syahida Hijab adalah salah satu produsen baju muslim yang memproduksi beragam jenis kerudung & gamis. Kata Syahida diambil dari nama anak pertama pendirinya.

13. Shafira

Shafira
Shafira didirikan oleh Feny Mustafa pada tanggal 8 Januari 1989 di Masjid Salman, ITB Bandung. Nama Shafirs diambil dari kata “shaf” yang tidak hanya berarti barisan, namun juga mengandung arti organisasi yang terstruktur dengan baik. Sejak awal berdirinya, Shafira terus berkembang hingga memiliki 24 showroom yang tersebar di 24 kota besar di Indonesia. Shafira memproduksi busana-busana muslim, baik pria maupun wanita, yang simpel dan elegan dengan hasil karya yang bisa dikenakan baik untuk suasana formal maupun casual.

14. Apple Hijab Brand

apple-hijab-brand
Apple Hijab Brand adalah salah satu merek jilbab yang sedang tumbuh pesat di masyarakat muslim kelas menengah. Brand ini didirikan oleh sepasang suami istri dari Jakarta dengan mengambil nama anaknya, “Apple”.

15. Fiori Design


Fiori Design didirikan oleh seorang pengusaha muda yang awalnya adalah seorang pedagang jilbab. Karena sering berkecimpung dalam penjualan jilbab, membuat pengusaha ini tahu selera pasar, dan akhirnya membuat desain jilbab dengan merek sendiri.

16. Arniz Collection

arniz-collection
Arniz adalah nama merk yang sudah lama berkecimpung di bidang kerudung. Setelah sukses memproduksi kerudung, sekarang telah merambah produksi gamis.

17. Such!

such
Such! didirikan pada tanggal 10 Maret 2011 oleh Suci Utami, seorang blogger yang mendalami dunia fashion dan hijab. Dalam mendesain karyanya, Suci Utami sering menambahkan elemen garis, kurva, dan warna-warni sebagai inspirasinya.

18. Mezora

mezora
Mezora masih satu grup dengan Shafira, namun membidik pasar segmen menengah ke bawah dari kalangan muda dan dewasa. Ciri khas produk Mezora adalah bahan yang nyaman dengan warna yang cerah.

19. Qalisya

qalisya
Qalisya banyak memproduksi model-model khimar yang cantik-cantik dengan bahan impor yang nyaman. Khimarnya berukuran lebar dan cocok untuk dipakai di acara semi-formal dan santai.

20. Ukhti

ukhti
Ukhti memproduksi busana-busana muslimah dengan gaya kasual dan masa kini.

21. Sayra Hijab

sayra
Sayra memproduksi kerudung dan khimar dengan model yang menarik dan kekinian.

22. Irna La Perle

irnalaperle
Pada tahun 2007, Irna Mutiara merilis sebuah brand busana muslim, Irna La Perle, yang memfokuskan diri pada pakaian pengantin dan pakaian pesta yang memiliki gaya klasik dan elegan. Irna berprinsip bahwa seorang wanita layak untuk menjadi seorang putri, dan ada momennya untuk itu. Pakaian pengantin muslim rancangannya telah banyak dipakai oleh selebriti tanah air, diantaranya Oki Setiana Dewi dan Meyda Sefira.

23. Nuhijab

nuhijab
Nuhijab adalah sebuah brand image busana muslim dengan kreasi yang simple namun unik dengan warna variatif. Dibuat menggunakan bahan berkualitas, eco friendly yarn, dan pewarna standar Oekotex sehingga aman digunakan untuk kulit yang alergi.

24. Tuneeca

tuneeca
Sebuah merek dalam negeri yang memproduksi dan memasarkan model-model busana alternatif bernuansa modern dan etnik. Kreativitas yang dihasilkannya dibalut dalam keindahan dan kesantunan berbusana.

25. Rani Hatta

rani-hatta
Rani merupakan desainer busana muslim yang berfokus pada busana kasual dengan garis desain modern dan minimalis. Brand yang diusungnya, dengan nama yang sama dengan nama dirinya, berdiri pada bulan Mei tahun 2013. Ia memproduksi rok panjang, celana, blus, dan jaket dengan desain sederhana yang mudah dipasangkan dengan busana lainnya.

Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Fardlu

Dzikir seusai melaksanakan ibadah shalat fardlu sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits berikut ini.

Dari Ka’ab bin Ujrah r.a., Rasulullah Saw bersabda: “Beberapa amalan mu’aqqibat (penyerta), siapa saja yang mengucapkan atau mengamalkannya maka dirinya tidak akan merugi, yaitu mengucapkan tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, dan takbir tiga puluh empat kali setiap usai shalat wajib.”

Hadits diatas menyebutkan kata mu’aqqibat yang artinya dikerjakan satu demi satu secara berurutan.

Hadits lain diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa bertasbih kepada Allah sehabis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan. Dan pada kali yang ke seratus disempurnakan dengan bacaan Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya kerajaan, dan milik-Nya pula segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.”

Dari Abu Hurairah r.a., Orang-orang berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi dengan membawa derajat dan kenikmatan yang abadi.” Beliau bertanya, “Mengapa bisa seperti itu?” Mereka menjawab, “Mereka melakukan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berjihad sebagaimana kami berjihad, dan mereka memiliki kelebihan harta untuk bersedekah sedangkan kami tidak mempunyai harta yang lebih untuk bersedekah.” Maka beliau bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara, yang dengannya kalian akan menandingi orang sebelum kalian dan kalian akan mendahului orang-orang yang datang setelah kalian? Dan tak seorangpun yang bisa mendatangkan seperti apa yang kalian lakukan? Yaitu kalian bertasbih seusai shalat sebanyak sepuluh kali, bertahmid sebanyak sepuluh kali, bertakbir sebanyak sepuluh kali.”

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat lima waktu, maka tidaklah ada yang menghalanginya untuk masuk ke dalam Al-Jannah (Surga) kecuali kematian.” (HR. An-Nasa’i)

Ini yang Dilakukan Nabi Muhammad Saw di Rumahnya

Rumah seseorang merupakan bukti nyata yang menjelaskan kebaikan akhlaknya, kesempurnaan pribadinya, kebaikan hatinya, dan kejernihan jiwanya. Nabi Saw tinggal bersama budaknya, atau pembantunya, dan isterinya Beliau berperilaku sederhana, sangat tawadhu’ tanpa dibuat-buat dan pura-pura, padahal beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah tuan yang berhak memerintah dan melarang dalam rumahnya, semua yang ada di bawah kekuasaannya adalah orang-orang lemah. Perhatikan keseharian rasul Saw dan pemimpin umat ini, bagaimana beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya dengan kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi.

Aisyah radhiyallahu ‘anha ditanya: Apa yang dilakukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya? Ia berkata:

“Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia biasa, mencuci pakaiannya, memerah susuh kambingnya, dan mengurus dirinya sendiri” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Ini adalah contoh bagi kerendahan hati dan ketidaksombongan. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam berperan serta dalam mengurus rumah. Manusia pilihan melakukan semua ini, dalam rumahnya dimana cahaya agama memancar darinya.

Rasulullah juga menunjukkan perhatian dan kemesraan kepada istrinya ketika meminum. Rasulullah meminum dari gelas yang sama dengan Aisyah dan meminum di bekas tempat Aisyah meminum.

Menurut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bercanda dan bermesraan dengan isteri adalah bentuk ibadah dan berpahala.
Beliau Saw bersabda, “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Dari Atha` bin Yasar: “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan Aisyah radliyallahu ‘anha biasa mandi bersama dalam satu bejana. Ketika baginda sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Baginda kemudian bertanya, `Mengapa engkau bangkit?’ Jawab Aisyah, Kerana saya haid, wahai Rasulullah.’Sabda Rasulullah, ‘Kalau begitu, pergilah, lalu berkainlah & dekatlah kembali padaku.’ Aku pun masuk, lalu berselimut bersama beliau.” (Hadis Riwayat Sa`id bin Manshur).

Sebagai manusia yang zuhud, beliau tidak jarang merasakan lapar dan tidak menemukan makanan di dalam rumahnya. An Nu’man bin Basyir berkata menceritakan keadaan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Aku telah melihat nabi kalian, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak mendapatkan kurma yang buruk sekalipun untuk mengganjal perutnya” (HR. Muslim).

Aisyah radhiyallahu ‘anha isteri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Kami keluarga Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, pernah mengalami satu bulan tidak menyalakan api, makanan kami hanyalah kurma dan air” (HR. Bukhari).

Namun ini semua tidak ada yang melalaikan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beribadah dan ta’at kepada Allah Ta’ala. Jika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mendengar hayya alas shalah, hayya alal falah, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam segera memenuhi panggilan tersebut dan meninggalkan dunia di belakang beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Al Aswad bin Yazid berkata: Aku bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha: Apakah yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya? Beliau radhiyallahu ‘anha berkata:
“Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam membantu pekerjaan keluarganya, jika mendengar adzan, maka langsung keluar” (HR. Bukhari).

Tidak pernah diberitakan bahwa beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam shalat fardhu di rumahnya sama sekali kecuali ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sakit, dan menderita demam berat, dan sulit bagi beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah, dan hal ini terjadi ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sakit menjelang meninggal.

Kecintaan Nabi Saw Kepada Sanak Kerabat

Kesetiaan nabi Saw dalam bersilaturahim tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dalam masalah ini beliau merupakan manusia yang paling sempurna, sehingga orang-orang kafir quraisy memuji beliau dan memberinya gelar “As shaadiq al amin” yang artinya pembenar dan jujur, sebelum beliau diutus menjadi nabi. Sedangkan Khadijah mengatakan kepada beliau: sesungguhnya engkau bersilaturrahim dan jujur dalam berbicara.

Beliau telah menunaikan hak yang paling agung, dan kewajiban yang paling besar. Beliau berziarah kepada ibunya yang telah meninggal ketika beliau berumur tujuh tahun.

Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Saw berziarah ke kubur ibunya, lalu beliau menangis dan menjadikan orang-orang di sekelilingnya menangis, beliau bersabda:
“Aku minta izin kepada tuhanku untuk memohonkan ampunan untuk ibuku, namun aku tidak diberi izin, dan aku minta izin berziarah ke kuburnya, maka aku diberi izin, maka berziarah kuburlah, karena ia mengingatkan kepada kematian” (HR. Muslim)

Perhatikan kecintaan beliau terhadap kerabatnya, dan semangat beliau untuk berdakwah kepada mereka agar mereka mendapat petunjuk, untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Beliau telah mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hal ini.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata tatkala turun ayat:
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (QS. As Syu’ara’: 214)
Rasulullah Saw memanggil bangsa Quraisy, lalu mereka berkumpul, kemudian beliau memanggil mereka semua baik secara umum maupun secara khusus dan berkata:
“Wahai bani Abd Syams, wahai bani Ka’ab bin Lu’ay, selamatkan dirimu dari neraka, wahai bani Murrah bin Ka’ab, selamatkan dirimu dari neraka, wahai bani Abd Manaf, selamatkan dirimu dari neraka, wahai bani Abdul Mutthalib, selamatkan dirimu dari neraka, wahai Fatimah, selamatkan dirimu dari neraka, aku tidak bisa menjamin kalian, kecuali kalian hanya punya hubungan kerabat, saya akan tetap menyambungnya di dunia” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw tidak pernah bosan dan tidak pernah kendor berdakwah kepada pamannya, Abu Thalib, beliau selalu berdakwah padanya berulang kali, sampai ketika ia menjelang wafat, Rasulullah Saw masuk menemuinya, di sisinya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah, beliau berkata:
“Wahai paman! Ucapkan: Laa ilaa-haillalLah, suatu kata yang bisa aku jadikan bukti di sisi Allah, maka Abu Jahal dan AbdulLah bin abi Umayyah berkata: wahai Abu Thalib, apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Mutthalib? Keduanya terus berbicara padanya hingga kata terakhir yang ia katakan kepada mereka adalah, bahwa ia tetap pada agama Abdul Mutthalib”
Maka Rasulullah Saw bersabda:
“Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu selama aku tidak dilarang”
Maka turunlah ayat:
“Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam” (QS. At Taubah:113)
Dan turun ayat:
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
Allah Swt berfirman:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Qs. Al Qashash: 56)

Kewajiban Nabi Muhammad Saw hanyalah menyampaikan, dan Allah lah yang akan memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Meskipun Abu Thalib merupakan kerabat Nabi yang banyak berjasa kepadanya, namun Beliau tidak mampu memberinya hidayah. Rasulullah Saw telah mengajaknya masuk Islam di masa ia hidup berulang kali, dan pada saat-saat akhir hayatnya, kemudian disambung dengan permohonan ampunan baginya karena bakti dan sayang beliau hingga turun ayat, maka beliau mendengarkan dan mentaati, lalu berhenti mendoakan kerabatnya yang musyrik. Ini merupakan salah satu contoh agung dari rasa sayang beliau kepada umat, selain itu merupakan salah satu contoh loyalitas kepada agama Islam, serta berlepas diri dari orang-orang kafir dan musyrik, walaupun mereka sanak kerabatnya.

Keadaan Rumah Rasulullah Saw – Seperti Apa Sih Rumah Beliau?

Para sahabat telah mengisahkan kepada kita tentang rumah ini, prabot-prabotnya, dan lain-lain. Kita tau, bahwa kita bukan hanya ingin tau rumah dan kamar-kamar Beliau, akan tetapi untuk mengambil contoh tauladan dari apa yang kita lihat di dalam rumah ini. Pondasinya adalah tawadhu’. Modal utamanya adalah iman.

Dinding-dindingnya sepi dari gambar-gambar yang bernyawa, yang banyak dipasang di dinding rumah orang-orang sekarang. Rasulullah SAW bersabda:
“Malaikat tidak mau masuk rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar-gambar.” (Muttafaq Alaih)

Kemudian lepaskan pandanganmu, agar engkau melihat sebagian apa yang pernah dipakai oleh Rasulullah SAW dalam kesehariannya.

Dari Tsabit, Beliau berkata:
“Anas bin Malik memperlihatkan cangkir kepada kami yang terbuat dari kayu, kasar dan terpatri dengan besi, ia berkata: “Wahai Tsabit, ini adalah cangkir Rasulullah SAW.” (HR. Tirmidzi)

“Beliau menggunakannya untuk minum air dan nabidz, madu dan susu.” (HR. Tirmidzi)
Nabidz adalah kurma yang diletakkan di air dan direndamkannya, mereka melakukannya untuk mempermanis air.

Dari Anas r.a.
“bahwa Rasulullah bernafas tiga kali ketika minum.” (Muttafaq Alaih)
“Dan Beliau melarang bernafas di dalam bejana, atau meniup di dalamnya.” (HR. Tirmidzi)

Ada pun baju besi yang pernah dipakai oleh Rasulullah SAW di waktu berjihad dalam berbagai peperangan Beliau, dan di hari-hari sulit, barangkali sekarang sudah tidak ada lagi di rumah Beliau, karena Rasulullah SAW telah menggadaikannya kepada salah seorang yahudi sebab Beliau telah berhutang tiga puluh sha’ gandum untuk nafkah keluarga Beliau, sebagaimana dikatakan oleh Aisyah r.a. (Muttafaq Alaih) hingga Rasulullah SAW meningngal, baju besinya masih berada di tangan orang Yahudi tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:
“Berbahagialah orang yang diberi petunjuk masuk Islam, sedangkan kehidupannya bersahaja dan merasa cukup.” (HR. Tirmidzi)

“Barang siapa yang masuk waktu pagi dengan merasa aman di rumahnya, sehat badannya, mempunyai makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia dan seisinya.” (HR. Tirmidzi)

Kisah Umar bertamu ke rumah Nabi Muhammad Saw

Diriwayatkan oleh Imam Nasai bahwa pada suatu hari Umar bin Khattab bertamu ke rumah Rasulullah SAW. Setelah dipersilakan masuk, Umar mendapati Rasulullah sedang duduk di atas tikar yang terbuat dari anyaman daun kurma. Saat menjabat tangan beliau, Umar melihat pada pipi kanan kiri beliau masih terlihat guratan bekas anyaman tikar.

Ketika duduk, Umar tercengang saat mengamati isi rumah Rasul SAW karena hanya ada sebuah sarung yang digantungkan di salah satu sudut rumah. Di sudut lain dijumpai segenggam gandum dan sebuah bejana terbuat dari kulit.

Melihat rumah Rasul yang supersederhana itu, Umar menangis. Rasul pun menanyakan gerangan yang membuat Umar menangis.

Bagaimana aku tidak menangis ya Rasul, aku melihat guratan anyaman yang masih membekas di pipimu. Dan di dalam rumah ini, aku hanya melihat sebuah sarung, segenggam gandum, dan bejana kulit, jawab Umar.

Ia menambahkan, para raja dan kaisar hidup bergelimang harta dan kemewahan di istana yang megah. Tidakkah engkau sebagai manusia pilihan Allah dapat meminta kepada Allah agar bisa hidup berkecukupan?

Rasul balik bertanya kepada Umar. Tidakkah engkau lebih senang wahai Umar, jika kita dapat memperoleh kebahagiaan akhirat, sedangkan mereka (para raja dan kaisar) memperoleh kenikmatan dunia? Umar pun mengiyakan.

Tutur Kata Rasulullah Saw

katamutiara-rasulullah-saw-berbicara-dengan-jelas
Nabi Muhammad SAW adalah pembawa pesan dari Allah SWT. Beliau adalah suri teladan bagi umat manusia. Beliau ingin agar seluruh umatnya mampu memahami Islam secara mudah. Oleh karenanya, dalam berbicara, Rasulullah selalu menjaga kesopanan, kejelasan pesan, dan memperhatikan keadaan orang yang mendengarnya.

Aisyah r.a. berkata:
“Rasulullah Saw tidak pernah berbicara cepat seperti kalian, akan tetapi beliau berbicara dengan jelas, siapa yang duduk di sampingnya maka ia akan menghafalnya” (HR. Abu Daud)

Beliau adalah orang yang lembut, suka jika bicaranya dipahami. Diantara perhatian beliau terhadap umatnya adalah beliau memperhatikan perbedaan diantara orang, dan tingkat pemahaman mereka, ini menuntut seseorang menjadi penyabar.

Dari Aisyah r.a., beliau berkata:
“Perkataan Rasulullah SAW jelas dipahami oleh setiap yang mendengarnya.” (HR. Abu Daud)

Perhatikan kelembutan Rasulullah SAW dan kesabarannya ketika Beliau mengulangi perkataannya agar bisa dipahami.
Dari Anas bin Malik r.a berkata:
“Rasulullah mengulangi kata-katanya tiga kali agar bisa dipahami.” (HR. Bukhari)

Meskipun Beliau seorang pemimpin besar, tapi Rasulullah suka bercanda dengan para sahabat untuk mengurangi rasa takut karena sebagian di antara mereka ada yang takut kepada yang lain.

Dari Ibnu Mas’ud r.a berkata:
Ada seseorang yangn datang kepada Nabi SAW, lalu Rasulullah SAW berbicara dengannya, tiba-tiba ia gemetar, maka Rasulullah SAW berkata padanya: “Tenanglah, karena aku bukan raja, aku hanyalah seorang anak wanita yang pernah makan dendeng.” (HR. Ibnu Majah)

Mereka (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah! apakah Anda suka bergurau kepada kami?” Beliau bersabda : “Benar! Hanya saja apa yang kukatakan, tidak lain hanyalah kebenaran.”(Diriwayatkan oleh `Abbas bin Muhammad ad Duri, dari `Ali bin al Hassan bin Syaqiq, dari `Abdullah bin al Mubarak, dari Usamah Ibnu Zaid, dari Sa’id al Maqbari, yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

Sifat Wudlu Nabi SAW Seperti yang Dicontohkan oleh Utsman bin Affan r.a.

Dari Humran, mantan budak Utsman bin Affsn r.a., bahwasanya Utsman bin Affan minta untuk diambilkan air wudlu. Kemudian ia berwudlu, lalu membasuh kedua tangannya hingga tiga kali. Kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung, dan mengeluarkannya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali, lalu membasuh lengan kanannya hingga siku tiga kali, lalu mengusap lengan kirinya juga demikian, lalu mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua mata kakinya tiga kali, lalu membasuh kaki kirinya demikian juga.

Setelah itu berkata, “Aku telah melihat Nabi Saw berwudlu mirip wudluku ini. Beliau Saw bersabda: ‘Barangsiapa berwudlu mirip wudluku ini, kemudian dia shalat dua rakaat dan tidak berbicara dengan jiwanya dalam dua rakaat tersebut, maka Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.”‘

Nabi Saw mengatakan “mirip wudluku”, & tidak mengatakan “persis seperti wudluku”, karena berwudlu persis seperti hakikat wudlunya Nabi Saw tidak ada seorangpun yang mampu.

Sedangkan maksud dari ampunan adalah untuk dosa-dosa kecil dan bukan dosa-dosa besar.

Pada hadis di atas menunjukkan disunnahkan shalat dua rakaat atau lebih setiap selesai wudlu, dan ini hukumnya sunnah muakkadah.

Keutamaan Bersiwak (Menggosok Gigi)

katamutiara-bersiwak

Dari Hudzaifah bin al-Yamaan r.a. berkata: “Bahwasanya Nabi SAW apabila bangun malam untuk shalat tahajjud, beliau menggosok dan membersihkan mulut beliau dengan siwak.”

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW bersabda: “Sekiranya tidak menyusahkan kaum mukminin (dalam lafal hadits Zuhair, ‘atas umatku’), niscaya akan aku suruh mereka untuk bersiwak pada setiap (akan) shalat.”

Memaknai siwak hukumnya sunnah dalam kondisi tertentu, di antaranya seperti yang dijelaskan dalam hadis ini, yaitu ketika ingin mengerjakan shalat. Rahasia di balik itu adalah, kita diperintahkan untuk selalu dalam keadaan sempurna dan bersih ketika sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk memperlihatkan kemuliaan ibadah. Dikatakan juga, bahwa sesungguhnya hal ini berkaitan dengan malaikat, yaitu malaikat meletakkan mulutnya di depan mulut orang yang sedang membaca, dan malaikat merasa terganggu dengan aroma yang tidak sedap, oleh karena itu disunnahkan bersiwak.

As-Shan’ani berkata: “Bisa jadi rahasianya ada pada keduanya, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari hadis Jabir: “Barangsiapa makan bawang putih, bawang merah, atau bawang bakung, maka janganlah mendekati masjid kami, sesungguhnya malaikat merasa terganggu sebagaimana yang dirasakan manusia.”

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW: “Sekiranya tidak menyusahkan umatku, niscaya akan aku suruh mereka untuk bersiwak pada setiap (akan) berwudlu.”

Dari Aisyah r.a.: “Bahwasanya Nabi SAW apabila masuk rumahnya, maka beliau memulainya dengan bersiwak.”

Ditekankan bagi orang yang ingin masuk ke rumahnya untuk bersiwak terlebih dahulu, karena hal ini akan menambah harum mulutnya, lebih memotivasi dalam bergaul dengan istrinya, dan lebih menghilangkan aroma tidak segar dari mulut, terlebih lagi apabila mulut telah lama diam, maka adalam kondisi demikian lebih utama untuk bersiwak.