Macam-macam Thawaf

Thawaf adalah ibadah fisik dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad. Di dalam thawaf disunahkan untuk dzikir dan do’a, boleh pula diisi dengan membaca Al Qur’an. Sebelum melakukan thawaf, kita diwajibkan untuk berniat thawaf. Dalam berniat, kita pun harus tahu thowaf apa yang akan kita lakukan. Berikut ini adalah jenis-jenis thowaf:

  1. Thawaf Qudum (Selamat Datang)
    Adalah thawaf yang dikerjakan saat pertama kali masuk kota Mekah. Disunahkan bagi orang yang masuk Mekah dan orang yang ingiin mengerjakan Haji Ifrad (mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu, setelah itu mengerjakan ibadah umrah).
  2. Thawaf Sunnah
    Yaitu thowaf yang dikerjakan pada waktu yang tidak ditentukan (sewaktu-waktu, kapan saja).
  3. Thawaf Umrah
    Yaitu thawaf yang termasuk dalam rukun umrah. Apabila melakukan umrah, maka harus melakukan thawaf umrah, jika tidak dilakukan maka tidak sah umrahnya. Jika ingin mengerjakan ibadah Haji Tamattu’ (mengerjakan umrah terlebih dahulu sebelum mengerjakan haji), maka thawaf yang dilakukan pertama kali adalah thawaf Umrah, bukan thawaf Qudum. Karena termasuk rukun umrah maka tidak wajib berniat karena niatnya adalah di awal untuk mengerjakan ibadah umrah.
  4. Thawaf Ifadhoh
    Adalah thawaf yang dilakukan sebagai rukun haji. Jika tidak melakukan thawaf ini, maka tidak sah hajinya. Dikerjakan setelah menyelesaikan wukuf dan telah masuk waktu tengah malam pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari raya Idul Adha). Saat akan mengerjakan thawaf Ifadhoh, tidak diharuskan berniat terlebih dahulu karena termasuk dalam rukun haji (niatnya adalah niat haji saat memakai ihram di miqatnya).
  5. Thawaf Wada’ (Selamat Tinggal)
    Ini adalah thawaf pamitan kepada Ka’bah. Oleh karena itu, setelah mengerjakannya, kita harus segera berangkat. Thawaf ini wajib hukumnya bagi orang yang akan meninggalkan Mekah, kecuali wanita yang sedang haidh.
  6. Thawaf Nadzar
    Bagi orang yang telah bernadzar, thawaf ini wajib dikerjakan, namun tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika orang yang bernadzar tersebut tidak mengkhususkan waktu thawafnya.