Cara Mengenal Bahan Jersey Korea Terbaik

Bahan jersey kian diminati oleh para konsumen karena memiliki kualitas yang tinggi. Selain jersey dari Thailand, jersey Korea juga menjadi pilihan banyak orang. Berikut ini merupakan cara mengenal bahan jersey korea terbaik yang dapat Anda pilih.

Bahan Tebal

Jenis Jersey terbaik merupakan jersey yang memiliki bahan yang agak tebal namun tetap nyaman untuk digunakan. Bahan tebal tersebut menunjukkan bahwa jersey tersebut memiliki kualitas yang tinggi dan terjamin.

Tebal yang dimaksud disini bukan merupakan jenis bahan tebal yang panas, namun tetap memiliki desain sirkulasi udara yang baik dan membuat siapapun yang menggunakannya tetap merasa nyaman meskipun menggunakan jersey tersebut untuk jangka waktu yang cukup lama.

Jersey Bola

Jersey bola adalah kaos bola yang banyak diminati oleh para fans atau supporter klub bola terkenal. Sablon yang terdapat pada kaos ini juga dapat menjadi indikasi kualitas sebuah jersey. Pastikan bahwa jersey tersebut memiliki sablon tulisan maupun logo yang berkualitas dan juga tak mudah mengelupas dari bahan pakaian jersey tersebut.

Bahan Jersey untuk Kerudung

Salah satu bahan jersey yang terbaik adalah jersey Korea. Bahan ini cocok digunakan untuk membuat kerudung karena sifatnya yang tebal, ngebentuk, elastis, dan kuat. Jangan salah pilih dalam memilih bahannya. Sebelum membeli, cobalah untuk menarik bahannya untuk mengetahui apakah cukup elastis atau tidak. Rasakan pula di jari Anda, seberapa tebalkah? Rasakan di kulit, apakah berasa panas atau adem? Lihat pula permukaannya apakah rapat atau renggang. Jika jawaban dari pertanyaan tersebut adalah elastis, tebal, adem, dan rapat; maka itu ciri-ciri jersey korea terbaik.

Nabi Muhammad SAW Melarang Bernafas Di Dalam Gelas dan Meniup Isi Gelas

katamutiara-dilarang-meniup-isi gelas
Jika minuman masih dalam keadaan panas, hendaknya ditunggu sebentar hingga bisa diminum. Tidak boleh meniup pada minuman, baik yang masih panas maupun tidak. Dan Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas. Dengan adab ini maka kebersihan air minum akan terjaga dan menghindarkan kita dari kotoran dan penyakit yang mungkin timbul.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika minum, beliau bernafas (meneguknya) tiga kali (bernafas di luar gelas).” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk meniup (dalam gelas) ketika minum.” (HR. At Tirmidzi)

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan” (HR. Bukhari: 153)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. ” (HR. Ahmad: 1907)

Nabi Muhammad SAW Tidak Pernah Mencela Makanan

katamutiara-nabi-tidak-mencela-makanan

Begitu mulianya akhlak Rasulullah SAW, sampai-sampai beliau tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan kepada beliau selama makanan itu adalah halal. Beliau menghargai rezeki yang diberikan Allah SWT dan menghormati perasaan orang yang telah memasak makanan tersebut. Menurut hadits riwayat Bukhari, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sama sekali.

Sebaliknya, Nabi SAW suka memuji makanan. Dalam sebuah riwayat, beliau bertanya kepada keluarganya tentang lauk yang tersedia. Keluarga beliau menjawab: “Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali cuka.” Maka beliau meminta untuk disediakan dan mulai menyantapnya. Lantas beliau berkata: “Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka.” [HR Muslim].

Siapakah Orang yang Paling Disukai Umar bin Khattab RA?

katamutiara-orang-yang-paling-aku-sukai-oleh-umarbinkhattab
Umar bin Khattab adalah khalifah ke-2 sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Beliau seorang yang adil terhadap rakyat dan tegas terhadap kedzaliman. Tak heran jika syetan pun takut kepada dirinya. Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”.

Tidak hanya tegas terhadap orang lain yang berbuat salah, terhadap keluarga dan diri sendiri-pun Umar dikenal tegas. Beliau pernah menghukum cambuk anaknya yang minum khamr. Beliau tidak ingin berat sebelah dalam melaksanakan perintah Nabi SAW. Beliau sangat terbuka menerima kritik dan saran dari para sahabat. Dalam satu riwayat, Umar pernah mengatakan bahwa, “Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.”

Umar sangat senang menghisab dan mengkoreksi diri sendiri sebelum hari penghisaban tiba. Beliau-pun tidak suka jika orang lain berlaku sebagai penjilat, terutama di saat beliau menjadi pemimpin. Oleh karenanya dia sangat menyukai orang yang berlaku adil dan mau menunjukkan kesalahan beliau.

Minum Khamr (Minuman Memabukkan) itu Haram

katamutiara-minumanharam

Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)

Khamr (الْخَمْرُ), atau khamar, atau khamer adalah minuman yang dapat memabukkan yang dapat menutupi akal sehat. Minuman atau cairan apapun yang apabila diminum atau digunakan dalam kadar normal oleh seseorang yang normal lalu memabukkan, baik itu dari perasan anggur, kurma, gandum, karbohidrat, fermentasi alkohol, ataupun dari bahan lainnya, maka ia adalah khamr. Baik mengandung alkohol maupun tidak, apabila minuman tersebut bisa memabukkan maka haram hukumnya untuk meminumnya. Khamr dalam istilah sekarang bisa disebut miras (minuman keras), bir, wine, arak, sampanye, whisky, vodka, dll.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh akan ada golongan dari umatku yang meminum arak, (tetapi) mereka menamakannya dengan nama yang lain.” (HR. Imam Ahmad)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Khamr itu adalah induk dari segala kekejian dan dosa besar yang terbesar. Barangsiapa yang meminumnya berarti ia telah berbuat zina terhadap ibu dan bibinya,” (dalam kitab ash-Shahihah).

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki janji untuk orang yang meminum minuman keras, akan memberinya minum dari thinatul khabal” “Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah thinatul khabal itu?” Beliau menjawab, “Cairan kotor (yang keluar dari tubuh) penghuni neraka.” (HR. Muslim)

Sebagian orang tetap meminumnya dengan dalih bahwa jika mereka meminumnya sedikit maka tidak memabukkan. Hal ini adalah dalih yang keliru karena Nabi SAW telah menyampaikan bahwa minum sedikitpun tetap haram.

Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni, dan dia menshahihkannya]

Allah Itu Indah dan Menyukai Keindahan

Allah-itu-indah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu”. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)

Allah adalah Tuhan yangaMaha Sempurna dan Maha Indah dalam segala hal, baik nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, maupun Dzat-Nya. Allah menyukai makhluk ciptaan-Nya, yaitu manusia yang berusaha untuk memperindah diri dalam segi fisik dan akhlak.

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-A’raf: 26).

Agama Seseorang Sesuai Agama Temannya

katamutiara-agama-seseorang-sesuai-agama-temannya

Allah SWT berfirman:
“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Nabi SAW bersabda:
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Sebaik-baik Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah

katamutiara-sebaik-baik-perhiasan-dunia-adalah-wanita-shalihah

Dalam sebuat riwayat, dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasululloh SAW bersabda: “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim no:1467)

Siapakah itu wanita shalihah? Rasulullah SAW bersabda kepada Umar: “Maukah kamu aku kabarkan dengan sesuatu yang paling berharga dari apa yang disimpan oleh seseorang? Wanita sholihah, jika dipandang maka dia menyenangkan, jika diperintahkan maka dia taat, dan jika suaminya tidak ada maka dia menjaganya”. (HR. Abu Dawud no:1666)

Allah Menurunkan Penyakit dan Obatnya

katamutiara-Allah-menurunkan-penyakit-dan-obat

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [‘Umar bin Sa’id bin Abu Husain] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [‘Atha` bin Abu Rabah] dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.”

“Aku pernah berada di samping Rasulullah SAW. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?’ Beliau menjawab: ‘Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.’ Mereka bertanya: ‘Penyakit apa itu?’ Beliau menjawab: ‘Penyakit tua.'” (HR. Ahmad, Al-Bukhari)

Vanessa Perez Merasa Bahagia Setelah Masuk Islam dan Mengenakan Hijab

VanessaPerezNamaku Vanessa Perez dari Amerika. Aku masuk Islam tanggal 7 Mei 2013. Tak pernah terbersit dalam benakku bahwa aku bisa mencintai sebuah agama dengan begitu indah. Sebelumnya, hidupku begitu kosong dan seolah tak berarti. Tak mudah bagiku untuk berada di titik ini. Perjalanan yang sangat panjang telah kulalui hingga akhirnya aku memilih Islam sebagai jalan hidup.

Banyak orang bertanya padaku tentang Islam dan apa yang kurasakan setelah aku menjadi muslim. Aku bisa menyebutkan banyak berkah yang diberikan Allah padaku, namun semua itu rasanya belum bisa mewakili apa yang kurasakan. Berkahnya hidup dalam Islam, cintanya Allah padaku sehingga menuntunku pada Islam, itu masih belum mewakili apa yang kurasakan. Akhirnya, aku hanya menjawab sederhana yaitu dengan senyuman bahwa kebahagiaanku adalah bukti nyata tentang Islam yang kurasakan.

Setelah memeluk Islam, bukan hanya kehidupan spiritualku yang berubah. Tapi kehidupan di sekitarku juga ikut berubah. Satu minggu setelah bersyahadat, aku pun mulai memakai hijab. Biarlah orang tuaku tahu bahwa aku telah memeluk Islam dengan komitmen berhijabku ini. Tak ada lagi yang perlu aku sembunyikan dari mereka.

Biasanya, saya adalah sosok yang cuek dan tak peduli apa kata orang-orang di sekitarku. Sehingga, ketika orang-orang memandangiku dalam balutan hijab, kuusahakan untuk tersenyum saja dan bersyukur atas rahmat Allah yang telah menganugerahiku dengan kebahagiaan penuh seperti ini. Menurutku, mereka yang berhijab akan terlihat cantik sehingga aku mendukung adanya World Day Hijab (hari hijab dunia). Betapa mengetahui bahwa banyak perempuan di luar sana merasa cantik dan tegar dengan hijabnya seperti diriku ini, membuat semangat dan imanku semakin bergelora. Rasa bahagia ini pun benar-benar nyata.

Masha Allah, bahkan aku melihat adik perempuanku yang bukan muslim pun ikut memakai hijab. Insha Allah aku akan terus belajar Islam lebih baik lagi supaya aku bisa lebih banyak mencerahkan orang-orang di sekitarku dengan agama yang penuh kedamaian ini.